KEUTAMAAN SOLAT TARAWIH DI BULAN RAMADHAN DARI MALAM PERTAMA SEHINGGA MALAM TERAKHIR

KEUTAMAAN SOLAT TARAWIH DI BULAN RAMADHAN DARI MALAM PERTAMA SEHINGGA MALAM TERAKHIR

Bulan ini, selain diwajibkan berpuasa, umat Islam juga menjadikan waktunya untuk mendekatkan diri kepada Allah, dengan banyak melakukan kebaikan dan melakukan ibadah sunnah. Salah satu ibadah sunnah yang dilakukan oleh umat Islam di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih. Solat Tarawih merupakan salah satu kegiatan sunat yang hanya dilakukan pada bulan Ramadhan.

Berikut ini adalah Keutamaan Solat Tarawih dari malam ke-1 sampai malam ke-30 pada bulan Ramadhan.

Malam ke-1:

Orang mukmin keluar dari dosanya pada malam pertama, seperti saat dia dilahirkan oleh ibunya.

Malam ke-2:

Ia diampuni, dan juga kedua orang tuanya, jika keduanya mukmin.

Malam ke-3:

Seorang malaikat berseru dibawah ‘Arsy: “Mulailah beramal, semoga Allah mengampuni dosamu yang telah lewat.”

Malam ke-4:

Ia memperoleh pahala seperti pahala membaca Taurat, Injil, Zabur, dan Al-Furqan (Al-Quran).

Malam ke-5:

Allah SWT memberikan pahala seperti pahala orang yang solat di Masjidil Haram, Masjid Nabawi, dan Masjidil Aqsha.

Malam ke-6:

Allah SWT memberikan pahala orang yang bertawaf di Baitul Makmur dan dimohonkan ampun oleh setiap batu dan cadas.

Malam ke-7:

Seolah-olah, ia mencapai darjat Nabi Musa a.s. dan kemenangannya atas Fir’aun dan Haman.

Malam ke-8:

Allah SWT memberinya apa yang pernah Dia berikan kepada Nabi Ibrahim as

Malam ke-9:

Seolah-olah ia beribadah kepada Allah SWT sebagaimana ibadahnya Nabi saw.

Malam ke-10:

Allah SWT mengurniakan dia kebaikan dunia dan akhirat.

Malam ke-11:

Ia keluar dari dunia seperti saat ia dilahirkan dari perut ibunya.

Malam ke-12:

Ia datang pada hari kiamat sedang wajahnya bagaikan bulan di malam purnama.

Malam ke-13:

Ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari segala keburukan.

Malam ke-14:

Para malaikat datang seraya memberi kesaksian untuknya, bahwa ia telah melakukan solat tarawih, maka Allah tidak menghisabnya pada hari kiamat.

Malam ke-15:

Ia didoakan oleh para malaikat dan para penanggung (pemikul) Arsy dan Kursi.

Malam ke-16:

Allah SWT menerapkan baginya kebebasan untuk selamat dari neraka dan kebebasan masuk ke dalam syurga.

Malam ke-17:

Ia diberi pahala seperti pahala para nabi.

Malam ke-18:

Seorang malaikat berseru, “Hai hamba Allah, sesungguhnya Allah redha kepadamu dan kepada ibu bapakmu.”

Malam ke-19:

Allah SWT mengangkat darjat-darjatnya dalam syurga Firdaus.

Malam ke-20:

Allah SWT memberi pahala para Syuhada (orang-orang yang mati syahid) dan solihin (orang-orang yang saleh).

Malam ke-21:

Allah SWT membangunkan untuknya sebuah gedung dari cahaya.

Malam ke-22:

Ia datang pada hari kiamat dalam keadaan aman dari setiap kesedihan dan kesusahan.

Malam ke-23:

Allah SWT membangun untuknya sebuah kota di dalam surga.

Malam ke-24:

Ia memperoleh dua puluh empat doa yang dikabulkan.

Malam ke-25:

Allah SWT menghapuskan darinya adzab kubur.

Malam ke-26:

Allah SWT mengangkat pahalanya selama empat puluh tahun.

Malam ke-27:

Ia dapat melewati shirath pada hari kiamat, bagaikan kilat yang menyambar.

Malam ke-28:

Allah SWT mengangkat baginya 1000 (seribu) darjat dalam syurga.

Malam ke-29:

Allah SWT memberinya pahala 1000 (seribu) haji yang diterima.

Malam ke-30:

Allah SWT berfirman “Hai hamba-Ku, makanlah buah-buahan syurga, mandilah dari air Salsabil dan minumlah dari telaga Kautsar. Akulah Tuhanmu, dan engkau hamba-Ku.”

Similar Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.